8 Sep 09

Jika pada komputer kita terdapat dua sistem operasi, misal : debian dan windows. Dan pada suatu ketika windows kita rusak dan harus install ulang. Biasanya pada saat installasi windows, grub debian akan hilang, master boot recordnya akan ditimpa oleh windows. Ketika komputer restart maka otomatis akan masuk ke windows karena jalan menuju ke debian sudah tidak ada lagi, alias grubnya hilang. Dan kebanyakan para newbie yang belum tahu, biasanya mengambil langkah install ulang debian. Tapi cara ini sungguh yang tidak sepantasnya diambil. Selain masalah waktu yang banyak terbuang, file yang ada di debian juga ikut hilang. Nah, cara smart agar tidak menghabiskan banyak waktu dan data yang ada di file system kita tetap utuh maka salah satu jalan yakni memulihkan grubnya debian.

Berikut langkah – langkahnya :

  1. masukkan cd installer debian
  2. pada saat booting pilih rescue mode. rescue mode ini adalah mode penyelamatan sistem pada debian. jadi bisa dikatakan seperti repair mode pada windows.
  3. langkah berikutnya akan berjalan seperti installasi biasa.
  4. sampai pada tahap pemilihan partisi hard drive yang berisi file system root. Kenapa harus file system root? karena boot loader yang akan di install akan dimasukkan kedalam partisi hard drive yang didalamnya terdapat file system root. biasanya prosesnya tidak akan berjalan ketika partisi yang dipilih bukan partisi yang terdapat file system root. jadi jangan khawatir salah memilih partisi atau takut data yang ada di windows akan hilang karena kesalahan memilih partisi tersebut.
  5. apabila sudah ketemu partisinya maka tekan enter dan pilih reinstall grub boot loader
  6. dan biasanya akan disuruh mengisi device for boot loader installation isilah dengan : /dev/sda atau /dev/hda tergantung partisi harddisknya…

    catatan : penulis menggunakan debian lenny…


    Filed under: Uncategorized - Trackback Uri


    8 Comments.

    • Dwi says:

      Mas…Mas… apa di semua varian linux caranya sama yah???

    • admin says:

      Kalau satu turunan kemungkinan besar bisa….seperti yang saya tulis disitu menggunakan distro debian, langkah2nya bisa diterapkan pada distro debian dan turunannya.
      tetapi agak sedikit berbeda apabila diterapkan di distro RPM dan turunannya.

    • banksonk says:

      mas² yang baek… kalo tiba² partisi root hilang, biasanya pake aplikasi apa untu recoverynya…

      mohon pencerahan…

    • tak coba dulu mas mudah2an bisa

    • Dan says:

      Ini berarti ubuntu dan kawan2nya bisa ya di lakukan penyelamatan seperti itu ?!

      tapi saya pernah coba merepair grubnya linuxmint .. berhasil akan tetapi hasilnya bootloader dari vista malah hilang dan linuxmint bisa di gunakan …

      apa yang harus saya lakukan agar bootloader dari vista ada lagi ?! …

    • taufiq says:

      seandainya harddisk (ada XP dan Debian) tsb saya pindahkan ke komputer lain (beda motherboard dan prosesor), krn suatu hal XP bermasalah shg perlu install ulang dan berhasil. Dan mengakibatkan debian menjadi tidak ada (utk sementara waktu).
      Pertanyaannya:
      - jika saya menggunakan saran di artikel ini, apakah debian tsb msh berfungsi? (krn beda spek komputer)
      - jika saran di artikel ini recovery grub menggunakan ubuntu atau yg lainnya, bisakah?

      terima kasih, saya tunggu kabar berikutnya. :D

    • admin says:

      setiap kali kita melakukan installasi operating system, pada hakekatnya hasil installan tersebut masuk kedalam memory pada hardisk. jadi jangan khawatir kalau mau melakukan perpindahan harddisk ke komputer lain. insyaAllah bisa.. tapi tentu saja dengan spesifikasi RAM ataupun hardware lain yang mumpuni..
      dan dengan cara tersebut diatas dapat dilakukan jenis distro linux lain, tetapi dengan cara yang sedikit berbeda. dan mudah-mudahan msh bs terselamatkan debian anda

    • sudah ikutin langkah²nya dengan benar, tapi tetap saja gagal :(
      help me brother



    Leave a Comment